Month: June 2017

Madrasah dan Tuntutan Manajemen Efektif oleh Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag

“Mutu madrasah harus terus ditingkatkan, agar animo masyarakat yang sudah semakin meningkat terhadap madrasah tersebut tidak dikecewakan.” MADRASAHKU Idolaku. Itulah semboyan yang sering dikumandangkan setiap forum-forum yang ada di madrasah dan masyarakat. Madrasah yang semula sering diidentikkan dengan sekolah ìkelas duaî, sekarang telah tumbuh berkembang di masyarakat. Data di Kemenag Jateng tahun 2014- 2015 menunjukkan bahwa jumlah madrasah ada 10.740 unit, terdiri atas 10.441 (95.21%) madrasah swasta dan hanya 299 (4,79 %) madrasah negeri. Jumlah tersebut terus berkembang, karena permohonan izin operasional membuka madrasah baru terus bertambah. Tingginya minat masyarakat muslim terhadap pendidikan madrasah, bisa dimengerti karena madrasah memberikan pendidikan agama yang lebih banyak dibandingkan pendidikan di sekolah. Dengan masuk madrasah, diharapkan siswa-siswi memiliki akhlak mulia, memiliki pengamalan agama yang lebih baik, di samping juga memiliki pengetahuan yang baik. Untuk itu, maka tuntutan peningkatan mutu terhadap madrasah harus selalu diupayakan secara berkelanjutan. Data di Kanwil Kemenag Jawa Tengah menunjukan bahwa madrasah yang terakreditasi A baru 1.796 madrasah (16.72%), terakreditasi B ada 5.581 madrasah (51.96%) dan terakreditasi C ada 1.327 madrasah (12.36%). Sisanya 2.036 madrasah (18.96%) belum terakreditasi. Angka tersebut mengindikasikan bahwa mutu madrasah harus terus ditingkatkan, agar animo masyarakat yang sudah semakin meningkat terhadap madrasah tersebut tidak dikecewakan. Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, maka penyelenggara pendidikan, termasuk madrasah harus memberikan pelayanan pendidikan yang...

Read More

Wakaf Madrasah Prospektif oleh Jamal Ma’mur Asmani

MADRASAH adalah salah satu jenis lembaga pendidikan keagamaan formal. Madrasah pertama di dunia menurut sejarah adalah An-Nidzamiyah yang dibangun oleh Nidham al-Mulk, menteri Sultan Malik Syah tahun 460-475 H di kota Baghdad dan Naesabur. Di Indonesia, madrasah lahir pada abad ke-20 tahun 1905, yaitu madrasah Mambaul Ulum di Surakarta yang berdekatan dengan berdirinya Madrasah Diniyah Labai al-Yunusiyah Sumatera. Di Jawa, madrasah berkembang sejak 1912 yang diinisiasi oleh madrasah-pesantren Nahdlatul Ulama dalam bentuk awaliyah, ibtidaiyah, tsanawiyah, muallimin wustha dan muallimin ulya. Salah satu tokoh madrasah di Indonesia adalah KH Abdul Wahid Hasyim, putra KH Hasyim Asyíari dan bapak dari KH Abdurrahman Wahid yang pada 1934 mendirikan Madrasah Nidhomiyah. Langkah KH Abdul Wahid Hasyim ini mempunyai pengaruh besar dalam berdirinya di seluruh Indonesia. KH Abdul Wahid Hasyim memang sosok pemikir genius. Ketika menjadi menteri agama, ada tiga keputusan penting yang ditelurkan dalam konteks kristalisasi pendidikan agama di Indonesia. Pertama, mewajibkan pendidikan dan pengajaran agama di sekolah umum, negeri maupun swasta. Kedua, mendirikan sekolah guru dan hakim agama di Malang, Aceh, Bandung, Bukittinggi dan Yogyakarta. Ketiga, mendirikan lembaga guru agama di Tanjung Pinang, Aceh, Padang, Banjarmasin, Jakarta, Tanjung Karang, Bandung, Pamekasan, dan Salatiga (Asmani, 2013: 21-26). Sangat Banyak Dalam konteks Indonesia, jenis lembaga pendidikan madrasah ini kebanyakan didirikan oleh masyarakat daripada diinisiasi oleh pemerintah, sehingga jumlah madrasah swasta sangat banyak dibanding madrasah negeri. Madrasah swasta biasanya status tanah dan bahkan bangunannya adalah...

Read More