Month: March 2017

Madrasah dan Tuntutan Manajemen Efektif Oleh fatah Syukur

“Mutu madrasah harus terus ditingkatkan, agar animo masyarakat yang sudah semakin meningkat terhadap madrasah tersebut tidak dikecewakan.” MADRASAHKU Idolaku. Itulah semboyan yang sering dikumandangkan setiap forum-forum yang ada di madrasah dan masyarakat. Madrasah yang semula sering diidentikkan dengan sekolah ìkelas duaî, sekarang telah tumbuh berkembang di masyarakat. Data di Kemenag Jateng tahun 2014- 2015 menunjukkan bahwa jumlah madrasah ada 10.740 unit, terdiri atas 10.441 (95.21%) madrasah swasta dan hanya 299 (4,79 %) madrasah negeri. Jumlah tersebut terus berkembang, karena permohonan izin operasional membuka madrasah baru terus bertambah. Tingginya minat masyarakat muslim terhadap pendidikan madrasah, bisa dimengerti karena madrasah memberikan pendidikan agama yang lebih banyak dibandingkan pendidikan di sekolah. Dengan masuk madrasah, diharapkan siswa-siswi memiliki akhlak mulia, memiliki pengamalan agama yang lebih baik, di samping juga memiliki pengetahuan yang baik. Untuk itu, maka tuntutan peningkatan mutu terhadap madrasah harus selalu diupayakan secara berkelanjutan. Data di Kanwil Kemenag Jawa Tengah menunjukan bahwa madrasah yang terakreditasi A baru 1.796 madrasah (16.72%), terakreditasi B ada 5.581 madrasah (51.96%) dan terakreditasi C ada 1.327 madrasah (12.36%). Sisanya 2.036 madrasah (18.96%) belum terakreditasi. Angka tersebut mengindikasikan bahwa mutu madrasah harus terus ditingkatkan, agar animo masyarakat yang sudah semakin meningkat terhadap madrasah tersebut tidak dikecewakan. Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, maka penyelenggara pendidikan, termasuk madrasah harus memberikan pelayanan pendidikan yang...

Read More

Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

Berdirinya NU tidak bisa lepas dari peran ulama sebagai pendiri, penggerak, dan pengembang organisasi. Kader-kader muda NU harus belajar kepada para ulama NU supaya mampu mengembangkan NU di masa depan. Demikian paparan KH. Abdul Majid, Wakil Rais Syuriyah MWC NU Trangkil dan Ustadz Muhammad Hambali, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dalam acara Orientasi Aswaja di hadapan siswa-siswi MA NU Luthful Ulum, Dukuh Wonokerto Pasucen Trangkil Pati.(9/8) kemarin. KH. Abdul Majid menjelaskan, salah satu sifat utama ulama NU adalah keikhlasan. Mereka berjuang untuk meraih kemerdekaan dan mencerdaskan bangsa hanya untuk menggapai ridla Allah SWT, tidak karena motivasi harta, jabatan dan...

Read More

Tanya Jawab Bersama Syuriah: apa sajakah yang membuat kita terlarang menghadiri resepsi pernikahan ?

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh, Pak kiai hal apa sajakah yang membuat kita terlarang menghadiri resepsi pernikahan ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Walimatul ‘ursi (resepsi pernikahan) dalam pandangan fiqih hukumnya adalah sunnah muakkadah, dan memenuhi atau menghadiri undangannya adalah wajib. akan tatapi kewajiban menghadiri walimatil ‘ursi tidaklah mutlak, melainkan ada syarat-syarat yang harus terpenuhi. dan jika ada sebagian syarat yang tidak terpenuhi maka kewajiban menghadirinya jadi gugur. Sebagian dari syarat kewajiban menghadiri walimatil ‘ursi adalah sebagai berikut : Pertama; undangan walimah tidak dikhususkan kepada orang-orang kaya karena kekayaan mereka. Kedua; orang yang mengundang adalah muslim. Ketiga; orang yang mengundang bukanlah orang yang kebanyakan hartanya adalah harta haram. Keempat; tidak adanya kemungkaran di tempat hadirnya orang yang diundang dan kemungkaran tadi tidak bisa hilang dengan kehadirannya , dan masih banyak syarat-syarat lain yang telah dijelaskan oleh para fuqoha’ dalam kitab-kitab fiqih. Diatas telah dijelaskan, bahwa ketika ada syarat yang tidak terpenuhi maka menghadiri walimah menjadi tidak wajib. akan tetapi, ketika sudah tidak wajib bukan berarti menghadirinya lantas menjadi terlarang atau haram melainkan ada yang disunnahkan, ada yang makruh dan ada yang menjadi haram. Untuk yang haram menghadiri walimah adalah ketika terdapat kemungkaran yang tidak bisa hilang dengan hadirnya orang yang diundang, misalkan di sana terdapat orang-orang yang minum khomr(minuman keras), ada yang memainkan alat malahi dan dan kemungkaran-kemungkaran lainnya, dan untuk yang makruh menghadirinya adalah dalam masalah pengundang merupakan orang yang kebanyakan...

Read More

Biografi Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

Biografi Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah Penulis: Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA By NU Kab. Pati on Tuesday, February 28, 2017 | No comments Kedalaman ilmu, kebeningan hati, keagungan moral, dan kearifan hidup tidak lahir tiba-tiba. Ia membutuhkan asupan ilmu, bimbingan rohani, dan pancaran cahaya Ilahi dari orang-orang di sekitarnya. Peran keluarga dan lingkungan sangat vital untuk membentuk pribadi agung di atas. Salah pribadi agung tersebut adalah KH. Ahmad Nafi’ Abdillah. Beliau lahir dari lingkungan keluarga yang sangat religius, keluarga yang mengutamakan internalisasi nilai-nilai karakter religi yang sangat dalam. KH. Abdullah Zein Salam (Mbah Dullah) adalah sosok yang sangat tegas dan teguh memegang prinsip. Sebagaimana penuturan al-Marhum dan al-Maghfurlah KH. MA. Sahal Mahfudh ketika penulis wawancarai, KH. Abdullah Zein Salam selalu masang target kepada anak didiknya dalam belajar. Ketika Kiai Sahal belajar di Pondok Pesantren Bendo Kediri, Mbah Dullah memasang target yang tinggi kepada Kiai Sahal untuk menguasai fan ilmu ini dan itu. Kiai Sahal menjadi terpacu dengan target tinggi ini untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dari waktu ke waktu, sehingga tidak ada waktu luang kecuali digunakan untuk muthala’ah, muthala’ah, dan muthala’ah. Mbah Dullah sebagaimana penuturan murid beliau al-Marhum al-Maghfurlah KH. Syafi’uddin (Pengasuh Pondok Pesantren Dhiyaul Qur’an Kajen) ketika mengajar al-Qur’an menerapkan prinsip disiplin dan tegas. Ketika santrinya kurang cepat menyerap ilmu yang diberikan atau dalam membaca al-Qur’an banyak kesalahan, maka tidak segan-segan Mbah Dullah menegur...

Read More