Month: February 2017

Perjuangan Seorang Gadis Desa (Karya : Niki Aulia Maharani, Kelas VII MTs. Luthful Ulum) Juara Harapan 1 Lomba Cerpen MA NU Luthful Ulum

Saat suara burung tedengar, saat matahari menampakkan sinarnya. Seorang Gadis desa cantik bernama Citra terbangun dari tidurnya. Citra adalah seorang gadis desa yang ceria, lugu dan baik dan juga pintar. Ia mempunyai sahabat yang bernama Cinta. Cinta adalah seorang gadis desa yang polos, baik serta terpelajar. Suatu saat citra sedang termenung di gubuk sawah Cinta menegurnya . “Hai Citra, sedang apa kau disana “ sapa Cinta. “Aku sedang memikirkan sesutu, Cin “. ujar Citra. “Apa yang kau pikirkan ?” tanya Cinta. “Aku ingin melanjutkan pendidikannku di kota, tapi ….? “. “Tapi apa ?” saut Cinta. “Apakah orang tuaku mampu membiayai pendidikanku, orang tuaku saja hanya seorang petani diladang Haji Somad”. Citra menjawab. “Citra , kamu tidak boleh menyerah, meskipun orang tua kamu hanya bekerja sebagai petani, kamu kan bisa ikut program beasiswa. Aku bisa membantumu kalau kamu mau ?” ujar Cinta. Citra sangat bahagia dengan ucapan Cinta itu. Citra berkata “sungguh?, apakah itu bisa membantuku melanjutkan pendidikanku ?”. “Ya ! sungguh…. kau kan pintar, kamu pasti bisa mendapatkan program bea siswa itu. Orang tuaku tidak lagi bisa membiayai pendidikanku ?” tanya Citra. “Ya, itu benar, kamu tidak akan membebani orang tuamu lagi” jawab Cinta. “Kalau begitu, ayo antarkan aku untuk mendaftar program bea siswa itu “ ajak Citra. Cinta menyetujui permintaan Citra itu. Akhirnya Cinta mengantarkan Citra dengan menggunakan angkutan umum. Setelah selesai mendaftar merek langsung pulang kerumah. Setelah...

Read More

Gadis Hutan Yang Tak Pernah Mengeluh (Karya : Miesye Ariska VII MTs Luthful Ulum)

U… uu… aa… Hem.., ternyata sudah fajar. Pantas saja monyet-monyet itu sudah berkeliaran di dekat rumahku dan ada juga yang mamanjat pohon dengan jendela kamar ku. Bikin suasana rumah ini menjadi ramai dengan suranya yang sangat lantang dan sangat merdu (Richakun membuka pintu rumah untuk menuju ke monyet-monyet yang lucu itu, dan mengajak salah satu monyet untuk mencari singkong sebagai menu sarapan dipagi hari). # # Jam menunjukan pukul 06.00. Richa segera bergegas berangkat sekolah dengan berjalan kaki, sesampai disana pukul 07.00 dan bel pun langsung berbunyi. “Teett…. teeettt tettttt….. “. “Hah, sudah berbunyi deh belnya !” sambil ngos-ngosan. “Aku harus lari agar tidak terlambat masuk kelas” kata Richa di depan pintu gerbang sekolah. “Alhamdulillah…” “Aku tidak terlambat masuk kelasnya”. Buku pelajaran pun aku buka dan harus berkonsentrasi penuh mendengarkan pelajaran dari Bapak dan Ibu guru “Aku harus semangat sekolah agar aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku. Aku merasa kasihan melihat nasib keluargaku yang hidup dengan apa adanya dan tanpa mengeluh sedikit pun. Aku akan berusaha dan terus berusaha agar sita-citaku dapat tercapai”. Tekat Richa yang ingin membahagiakan orang tuanya. # # “Uhuuk uhuuk… “ suara Ibu Richa yang batuknya tak kunjung sembuh. “I…. buuu..!!” Richa mendengar suara Ibunya yang batuk-batuk semakin parah. “Ibu, maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu, yang selayaknya menjadi seorang ibu, tapi aku akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiaknmu bu”. “Aku harus mencari obat...

Read More

FIRST LOVE Oleh : Winasah Kelas X MA NU Luthful Ulum) Juara 1 Lomba Cerpen Dalam harlah NU ke-91

“Pyarr.. !!!!” suara piring pecah didalam dapur. “Astaqfirullohhaladzim”. Afsheen kamu ini kenapa kok memecahkan piring –piring didapur ?” tanya Umi dengan nada tinggi. “Umi aku ingin mobil-mobilan remot keluaran terbaru !” rengek Afsheen. Itulah Afsheen seorang anak laki-laki yang manja, nakal dan pemalas. Setiap keinginannya harus segera dipenuhi oleh kedua orang tuanya, jika tidak maka dia akan menghancurkan barang-barang di rumah. Bahkan dia juga pernah bolos sekolah karena tidak dibelikan mainan baru. “Afsheen, kemarin kan sudah dibelikan sama Abi nak !” kata Umi untuk menenangkan hati anaknya. Namun Afsheen tidak mau mendengarkan kata Uminya, hingga ketika Abi pulang dari kantor ia pun langsung merengek meminta mainan baru. Abi pun tidak mau menuruti kemauan putranya, karena sudah terlalu banyak mainan Afsheen di dalam kamarnya dan tidak pernah dipakai lagi. Afsheen hanya mau memakai mainan baru dan mainan lama dia buang begitu saja. Melihat perilaku anaknya semakin hari semakin nakal, Abi dan Umi menjadi khawatir tentang masa depan puteranya nanti, ketika mereka sudah tiada. “Abi, apa sebaiknya kita serahkan Afsheen ke Ponpes saja, biar Pak Kiyai mendidik dan merubah sifatnya !” saran Umi. Abi tidak langsung menyetujui saran Umi, karena beliau khawatir Afsheen kenapa-napa kalau berpisah dengan orang tuanya. Tetapi setelah Abi mempertimbangkan saran Umi, akhirnya Abi menyetujuo saran Umi. “ya sudah, kalau Abi setuju. Besok kita antarkan Afsheen ke Ponpes Hidayah !” kata Umi. “Afsheen bangun nak, kita sholat subuh...

Read More

RINDU SEORANG ANAK KEPADA BUNDANYA

Oleh: SU’AIDI NA’IM Kelas V MI Luthful Ulum Wonokerto Pasucen Trangkil Pati JUARA 2 LOMBA CERPEN MA NU LUTHFUL ULUM DALAM RANGKA HARLAH NU KE-91 31 JANUARI 2017 Pada suatu kota ada sebuah keluarga yang tinggal yang dulunya sangat kaya sekarang menjadi miskin, kata orang-orang yang ada di sekitar kota tersebut keluarga itu menjadi miskin di karenakan bisnis suaminya mengalami kebangkrutan di perusahaanya sendiri, di balik cobaan yang sangat berat ada hikmah di balik semua itu, istrinya sebut saja namanya Rani telah mengandung 9 bulan, jelang seminggu sang istri yang bernama Rani telah melahirkan seorang bayi berjenis perempuan. Waktu telah berjalan selama 2 bulan , anak Rani yang di beri nama Ani telah genap berumur 2 bulan, beberapa hari kemudian di sebuah warung dekat rumahnya ada sebuah pengumuman yang mana bertuliskan “ Di butuhkan tenaga kerja wanita di luar negeri” kebetulan sang suami Rani sebut saja namanya Aris kebetulan berbelanja di warung tersebut untuk membeli beras, serontak hatinya mempunyai fikiran untuk memerintah istrinya pergi ke luar negeri. Sesampai di rumah sang suami bicara sama istrinya, sang suami berkata “ Ibu tadi aku membaca pengumuman di warung ibu surti, ada seorang wanita yang di butuhkan sebagai tenaga kerja di luar negeri, ibu ikut ya!…” serentak istrinya menjadi kaget dan agak marah, istrinya berkata “ Apa!….kerja di luar negeri!….” sang suami menjawab “ Ya bu…ikut ya!….” istrinya pun menjadi sangat marah,...

Read More

Kemdikbud Tunjuk SD Nasima Menjadi Sekolah Percontohan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

SEMARANG- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk SD Islam Nasima menjadi sekolah percontohan di antara 241 sekolah di Indonesia. Dari jumlah 241 sekolah itu, 19 SD di antaranya ada di Provinsi Jawa Tengah dan untuk Kota Semarang hanya SD Nasima di Jl Puspanjolo Selatan 53 Semarang. Kepala SD Nasima Muhson kepada Suara Merdeka menyatakan, ditunjuknya sekolah tersebut menjadi pelopor atau percontohan dalam program penguatan pendidikan karakter (PPK) tingkat nasional, merupakan buah dari konsistensi sekolahnya dalam pembelajaran pendidikan karakter yang telah diterapkan sejak 23 tahun lalu hingga kini. Kepercayaan kepada sekolah ini tak berhenti sampai di situ, bahkan Manajer Pendidikan Nasima, Indarti Suhadisiwi, ditunjuk untuk ikut merumuskan program PPK bagi kepala sekolah dan guru sekolah percontohan, pemangku kebijakan, serta pembekalan calon garis depan. ‘’Saya dan sejumlah guru di sini juga diundang pemerintah untuk mengikuti diklat PPK dan kebetulan dari kami jadi peserta terbaik,’’ tuturnya. Muhson juga menjelaskan, para guru di sekolah yang dipimpinnya sudah terbiasa melaksanakan program PPK yang sudah dilaksanakan secara sistematis dan terukur. Karena pendidikan karakter tak hanya diberikan dalam bentuk keteladanan melalui ekstrakurikuler dan pembiasaan, tetapi juga materi terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. Khatam Quran Menurutnya, program PPK dikemas dalam bentuk rutinitas pagi, siang, dan sore. Sekolah ini telah menerapkan sistem full day school sampai sore sejak awal berdiri tahun 1994. Karena itu, pelaksanaan PPK bisa berlangsung efektif dan mendalam. Dalam bidang agama Islam misalnya, anak didik bisa...

Read More
  • 1
  • 2