Month: December 2016

MA NU Luthful Ulum Gelar Diklat Kepemimpinan Transformatif

Pemimpin merupakan jantung dari sebuah organisasi. Dialah yang menentukan karakter organisasi. Pemimpin pula yang menjadi garda terdepan dalam mencapai visi dan misi organisasi. Kendati begitu, pemimpin tidak bisa jalan sendiri. organisasi harus di pandang sebagai sebuah kapal pesiar yang memiliki kapten dan awal kapal. Mereka saling mengisi supaya bisa mengantarkan para penumpang ke tujuannya. Konsep atau ide kepemimpinan transformatif bisa menjadi sebuah alternatif saat para pemimpin organisasi, lembaga ataupun negara mengalami kebuntuan dalam menjalankan tugasnya. pola kepemimpinan inilah yang paling tepat diterapkan dalam kondisi seperti sekarang. Kepemimpinan transformatif belakangan ini mulai banyak diterapkan. Para politikus, calon pemimpin organisasi ataupun...

Read More

Sastra: Mendedah Makna Kehidupan Oleh : Munawir Aziz*

Menulis pada hakikatnya merupakan aktifitas yang menggerakkan energi imajinatif nan mencerahkan. Akitivitas Menulis tak hanya membuat sehat fisik dan mengukuhkan kekuatan jasmaniah, tetapi juga mencemerlangkan kehidupan. Menulis juga menjadi kekuatan untuk bertahan dari gempuran penyakit yang telah berakar dalam tubuh. Maka, dapat kita lacak dalam lanskap aras dunia kepenulisan termaktub nama-nama penulis yang berkarib dengan penyakit, namun tetap bugar. Hal ini terekam dalam jejak kepenulisan pemikir wanita dari kaum muslim; Fatima Mernissi. Intelektual muslim yang lahir pada 1940 di Maroko ini telah banyak menulis buku-buku yang melontarkan pertanyaan ”menggugat” dan mencerahkan. Beberapa karyanya yang telah beredar di antaranya; Beyond the Veil, Doing Daily Battle, Woman and Islam, The Forgotten Queens of Islam, Islam and Democracy, Dream of Trespass, dan beberapa buku lain. Mernissi mengungkapkan bahwa, menulis merupakan ajang terbaik untuk menumpahkan apa saja yang mengganggu pikiran dan perasaan. Lebih lanjut, Fatima Mernissi mewartakan kepada kita bahwa menulis dapat meningkatkan kualitas kesehatan manusia. Menulis secara istiqomah setiap hari lebih baik daripada operasi pengencangan wajah. ”Usahakan menulis setiap hari, niscaya kulit anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa”, ungkap Mernissi. Jembatan Kesehatan Aktifitas menulis yang getol dengan kajian bahasa dan menganyam kata secara detail dapat menjadikan tubuh ini bebas dari penyakit kronis. Menumpahkan gagasan dalam bentuk teks juga menjadi ”terapi” yang menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini terekam dalam pengalaman Dahlan Iskan, CEO salah satu media massa nasional....

Read More