Month: April 2016

Keberhasilan dan kesabaran Oleh: Novianta Awaluddin (Kelas X MA NU Luthful Ulum, Juara 2 Lomba Cerpen)

Disuatu desa ada seorang keluarga yang miskin yaitu keluarga bapak latif dan ibu janah mereka mempunyai dua seorang anak anak yang pertama berusia 17 dan anak yang kedua berusia 10 th anak yang pertama bernama asyifa dan yang ke dua bernama viky di desanya mereka sll mendapatkan caci maki dari tetangga mereka suatu hari viky dan syifa meminta uang untuk bayar spp dan bayar buku sekolah mereka“ bu viky minta uang untuk bayar spp viky” “iya bu syifa juga belum bayar buku “ “ iya ibu ngerti tapi ibu belum mempunyai uang “ Kemudian syifa dan adiknya pergi ke kemar mereka dengan wajah sedih karena belum dapat uang untuk bayar spp dan buku mereka setelah itu bapak pulang dari mencari kerja “ assalamualaikum” sambil mengetok pintu “ waalaikum salam eh bapak dah pulang masuk pak” Kemudian bapak masuk dan duduk di ruang tamu dan ibupun mengambilkan air putih untuk bapak yang baru pulang dari mencari kerja. “ nih pak di minum dulu” “iya bu kebetulan bapak lagi haus” “pak anak anak pada minta uang untuk bayar spp dan buku “ “ uhuk uhuk uhuk” “ pelan pelan pak” “bapak juga belum punya uang buk bapak belum mendapatkan pekerjaan” “ terus gimana ini pak” “ coba kita meminjam uang bapak sarmin” “apa bapak sarmin mau kan uangnya dulu belum kita bayarin” “ di coba dulu bu” Kemudian ibu pun berangkan...

Read More

Merefleksikan Hari Sumpah Pemuda di Zaman Sekarang Oleh: Aris Abdul Hadi

Pada tanggal 28 Oktober 1928 yang lalu, telah terjadi peristiwa yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Momentum dimana para pemuda bergerak bersama-sama mencetuskan Sumpah Pemuda yang di dalamnya terdapat satutekad membuat negara merdeka dan berdaulat. Karena Penjajahan dankolonialisme,rakyat semakin menderita ketika bangsa ini dijajah selama ratusan tahunlamanya. Sesudahnya Kota Hirosima dan Nagasaki berhasil di Bom Atom oleh tentara sekutu, Jepangmulai menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu. Kesempatan inidimanfaatkan dengan begitu baiknya para pemuda diseluruh tanah air,mereka berkumpul membahas nasib kemerdekaan. Hal pertama yang lakukanyaitu dengan membuat Kongres Pemuda Kesatuan pada tahun 1926. Selanjutnya pada tanggal 20 bulan Februai 1927 juga diadakan pertemuan, tetapi belum membuahkan hasil.Sehingga pada bulan Mei tahun 1928 diadakan pertemuankembali,dilanjutkan tanggal 12 bulan Agustus 1928. Di akhir pertemuan kongres, dihadiri oleh seluruh organisasi pemuda yang sekaligus memutuskan untuk mengadakan kongrespada bulan Oktober 1928. kemudian dibentuklah susunan panitia dengan setiap jabatan dibebankan kepada setiap satu anggota pemuda.Hingga lahirlah sumpah pemuda yang ditulis oleh Muhammad Yamin berbunyi. “Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Tekat komitmen inilah yang telah berhasil diperjuangkan rakyat Indonesia sehingga berhasil mencapai kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.Para penggagas penyelenggaraan kongres pemuda yang kedua ini berasal dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia( PPPI). Serta para peserta kongres pemuda yang berasal dari...

Read More

Profil MA NU Luthful Ulum Pasucen Trangkil Pati

PROFIL MADRASAH ALIYAH NU LUTHFUL ULUM Dk. WONOKERTO PASUCEN TRANGKIL PATI 59153, HP. 085726836184 Website/E-Mail: www.manuluthfululum.com/manu_luthfululum@yahoo.co.id Visi: “Terwujudnya Kader NU yang Berilmu, Berakhlak dan Berprestasi Ala Ahlussunnah Wal Jama’ah” Latar Belakang Madasah Aliyah NU Luthful Ulum berlokasi di dukuh Wonokerto desa Pasucen Trangkil Pati. Madrasah ini berdiri pada tahun 2013-2014, sehingga tahun 2015-2016 ini melahirkan lulusan pertama. Madrasah ini di bawah naungan Yayasan Luthful Ulum Wonokerto. KH. Ali Munfa’at, M.Pd, yang saat itu menjadi Sekretaris PCNU dan sekarang menjadi Ketua PCNU Pati, didaulat menjadi Kepala Madrasah Yang Pertama. Madrasah Aliyah NU Luthful Ulum didirikan karena beberapa faktor: Semakin minimnya kader-kader NU yang memahami teologi Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah (Aswaja NU) dengan benar Semakin minimnya militansi kader-kader NU dalam memperjuangkan paham ala Aswaja NU di masyarakat Merosotnya kemampuan kader-kader NU dalam memahami kitab kuning sebagai modal utama memahami ajaran NU dari para ulama Minimnya kader-kader NU yang mampu menulis karya sebagai tradisi agung yang diwariskan para perintis dan pendahulu NU Tantangan paham dan ideology non Aswaja yang mengancam Aswaja NU dan mengancam NKRI Tujuan Indoktrinasi paham Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah (Aswaja NU) dengan benar Membekali kemampuan organisasi dan networking untuk memperjuangkan paham ala Aswaja NU di masyarakat Mendalami kajian kitab kuning sebagai modal utama memahami ajaran NU dari para ulama Mengembangkan kemampuan menulis karya sebagai tradisi agung yang diwariskan para perintis dan pendahulu NU Menangkis ekspansi paham dan ideologi non...

Read More

Penyesalan Oleh: Diah Mawarni, Kelas X MA NU Luthful Ulum (Juara 1 Lomba Cerpen)

“Fanna….. fan ayo kita jadi pergi apa nggak?” Rupanya Lira sudah datang, dia datang tepat waktu, suaranya yang kencang terdengar samapi kamarku, sudah menjadi kebiasaan Lira belum sampai di dalam rumah sudah teriak-teriak memanggilku. “Iya Lira….” Belum kusuruh masuk dia sudah sampai kamarku. “Kamu kok nggak siap-siap dari tadi sih fan…. masak setiap aku ke sini harus nunggu kamu make up”. “ha ha ha … iya gak papa dong Lir… aku kan perempuan, ya harus tampil cantik, ini bentar lagi selesai kok…” “ Ah , kamu kebiasaan  deh” Aku masih asyik menyisir rambutku yang berwarna hitam kecoklat-coklatan lalu ku semprotkan parfum ke bajuku. “Ayo Lir aku sudah siap nih”. “Fana kamu mau kemana? Kalau sudah pergi jangan pulang terlalu malam nak” Tiba-tiba suara Ibu mengejutkan aku. “Emm… pergi sebentar bu”.Jawabku. Langsung saja aku menggandeng tangan Lira dan mengajaknyapergi, tanpa ada rasa hormat sedikit pun terhadap Ibuku. “Tapi , kamu mau pergi kemana Fanna? Jangan keluyuran terus “. Akupergi begitu saja dan menaiki motor dengan Lira, belumsampe tempat tujuan Lira sudah mengawali pembicaraan. “Eh ngomong-ngomong gimana Dika?” “Dika baik-baik aja, emang kenapa?” “Emm… nggak kenapa-kenapa sih, dia itu ganteng ya?” “Ya iyalah…. pacar siapa gitu lho….” “Ya …. pacarnya temenku yang paling cantik dong “ Tiba-tiba Handphoneku bunyi , langsung saja aku mengambilnya, ternyata sms dari Dika. “Eh… Lir, Dika sms nih” “Sayang… aku sudah nyampe tempat biasa, kita ketemu...

Read More

Selamat Melanjutkan Studi ke Jenjang Yang Lebih Tinggi

MA NU Luthful Ulum, Selasa kemarin mengadakan perpisahan kelas XII dengan adik-adik kelas X dan XI. Rasa haru mengiringi perpisahan ini. Rita Lestari dari kelas X mengucapkan salam perpisahan kepada kakak-kakak kelas XII sekaligus mendoakan kesuksesan buat mereka. Fitriyaroh Mawarsari dari Kelas XI juga tidak lupa mendoakan kak-kakak kelas XII supaya meraih kesuksesan di masa depan dan terus mengharumkan nama al-Mamater tercinta MA NU Luthful Ulum. Dr. Jamal Ma’mur, MA, mewakili manajemen dan dewan guru, mengucapkan selamat atas keberhasilan anak-anak kelas XII dalam menempuh studi sampai selesai. Dr. Jamal menghimbau anak-anak tidak puas dengan ilmu yang diperoleh, tapi terus mengembangkan diri, baik di Perguruan Tinggi, Pondok Pesantren, dan tempat yang lain. Di manapun dan kapanpun jangan sampai tergoda dengan aliran lain, tapi harus konsisten memegang teguh akidah Aswaja (Ahlussunnah Waljamaah) sebagai kader-kader NU masa depan. KH. Drs. Abdul Madjid memberikan wasiat supaya anak-anak menjadi orang yang sukses, baik dunia maupun di akhirat. Caranya tidak lain adalah menguasai ilmu dunia dan akhirat sekaligus. Selamat anak-anak kelas XII, semoga kalian mampu mengukir prestasi dan mencapai cita-cita yang tinggi,...

Read More