MA NU Luthful Ulum yang berlokasi di dukuh Wonokerto desa Pasucen Trangkil Pati memanfaatkan libur panjang semester 1 untuk memantapkan pemahaman agama anak didik. Pengajian kilatan yang diasuh Ustadz Ma’mur mengisi kegiatan liburan. Kitab yang dikaji adalah Majmu’ karya Syekh Zaini Dahlan yang mengupas tentang pentingnya shalat lima waktu yang dilakukan secara berjama’ah. Pengajian ini dilaksanakan di Masjid Sirojul Anam Wonokerto sebagai bentuk kepedulian MA NU Luthful Ulum dalam memakmurkan rumah Allah dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

Kitab majmu’ yang dikaji anak didik MA NU Luthful Ulum ini memberikan dorongan kepada anak-anak untuk mengajak orang lain ke jalan yang benar, sesuai perintah Allah dan RasulNya. Seseorang tidak boleh membiarkan orang lain, khususnya orang-orang dekat, seperti istri, anak, orangtua, cucu, kerabat, tetangga, dan lainnya dalam kubangan kedurhakaan dan kesesatan. Ia harus mengajak orang-orang tersebut ke jalan yang benar. Dalam konteks shalat misalnya, seseorang bisa masuk neraka jika hanya menjalankan shalat sendirian, sementara anak dan istrinya dibiarkan tidak mendirikan shalat.

Lebih spesifik lagi, kitab Majmu’ ini mendorong umat Islam untuk menghidupkan masjid. Masjid adalah baitullah (rumah Allah) yang harus diramaikan dengan ibadah dan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti membaca shalawat, mengajarkan ilmu, bermusyawarah tentang urusan umat, dan lain-lain. Masjid tidak boleh dibiarkan sepi tanpa kegiatan. Masjid sekarang harus didinamisir fungsinya seperti era Nabi Muhammad Saw di mana masjid mampu menjadi pusat pergerakan umat Islam. Nabi menjalankan ibadah shalat lima waktu, mengajarkan ilmu, mendiskusikan problem umat, dan mengatur siasat perang melawan musuh di masjid. Masjid benar-benar menjadi center of excellent di bidang peningkatan potensi umat di semua bidang.

Anak didik MA NU Luthful Ulum mulai kelas 10, 11, dan 12 mengikuti kegiatan pengajian kitab kilatan ini dengan antusias. Sebagai pelajar Nahdlatul Ulama (NU), mereka sadar bahwa kemampuan menguasai kitab kuning adalah hal yang sangat penting, karena dalam kitab kuning tersimpan jutaan mutiara pengetahuan yang luar biasa, tak ternilai. Kekayaan pemikiran ulama dalam menafsirkan al-Qur’an dan hadis dikaji dalam kitab kuning. Tapi tidak mudah membaca dan memahami kandungan kitab kuning. Anak didik harus menguasai ilmu nahwu dan sharaf sebagai modal utama membaca dan memahami teks-teks dalam kitab kuning. Meskipun sulit, anak didik MA NU Luthful Ulum sudah membuktikan kemahirannya dalam kitab kuning dengan menjadi juara 3 MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub/Lomba Baca Kitab) bidang Tafsir, Hadis, Akhlak, dan Ushul Fikih Tingkat Kabupaten Pati yang diadakan Kementerian Agama Kabupaten Pati pada tahun 2013. Hal ini tidak lepas dari keseriusan madrasah ini dalam membekali anak didik kemampuan nahwu-sharaf, baik dalam kegiatan intra kurikuler (pagi hari) maupun ekstra kurikuler (siang dan malam hari).